Mentan Bandingkan Harga Beras Indonesia dan Jepang, Titiek Soeharto Singgung Perbedaan Pendapatan per Kapita

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Sabtu, 23 Agustus 2025 | 20:40 WIB
Mentan Amran dalam acara syukuran capaian cadangan beras nasional tembus 4 juta ton pada 31 Mei 2025. (Instagram/a.amran_sulaiman)
Mentan Amran dalam acara syukuran capaian cadangan beras nasional tembus 4 juta ton pada 31 Mei 2025. (Instagram/a.amran_sulaiman)

NARASIDATA.COM - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membandingkan harga beras di Indonesia dan Jepang saat rapat bersama dengan Komisi IV DPR RI.

Mentan Amran menyatakan bahwa harga beras di Jepang saat ini lebih mahal dari Indonesia.

Sementara menurutnya, sedikit kenaikan harga beras di Indonesia langsung membuat masyarakat bereaksi pada pemerintah.

Baca Juga: Pembatasan Gas HGBT Mulai Meresahkan, Kemenperin Pantau Langsung Pabrik Keramik yang Rumahkan Ratusan Karyawannya

“Sekarang ini baru naik saja sedikit, ribut, Jepang sudah sampai Rp100 ribu per kilo harga beras hari ini,” ujar Mentan Amran saat rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis, 21 Agustus 2025.

Pernyataan tersebut keluar saat Amran menjelaskan tentang  subsidi pangan Rp150 triliun dan mengungkapkan bahwa pangan di Indonesia identik dengan padi dan memiliki komposisi yang besar.

“Anggaplah kita kasar membagi sesuai BPS saja 48 persen atau 40 persen saja artinya yang digunakan uang negara berbisnis, maaf itu kurang lebih Rp60 triliun,” ucap Amran.

Baca Juga: Keluhan Petani Tebu ke DPR: Stok Gula 100 Ribu Ton Mandek, Impor Dinilai Serampangan

“Kenapa kita intervensi ada HET, kemudian ada HPP, karena ini adalah vital, kalau ini bermasalah itu kita kesulitan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa ke depannya, hal itu akan dibahas lebih lanjut dengan harapan konsumen bisa menikmati dan di sisi lain, kesejahteraan petani tetap terjaga.

Merespon pernyataan Amran tentang perbandingan harga beras dengan Jepang, Ketua Komisi IV DPR, Titiek Soeharto, menyinggung tentang pendapat per kapita yang berbeda.

Baca Juga: OTT KPK Jerat Wamenaker Immanuel Ebenezer, Diduga Peras Perusahaan Terkait Sertifikasi K3

Sehingga menurut politikus asal Partai Gerindra itu, perbandingan harga tak bisa dilakukan.

“Nggak bisa dibandingkan dengan Jepang, income per kapita kita juga lain, Pak,” ucap Titiek.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X