"Kami berkomitmen menyiapkan alokasi khusus sebesar 20 persen bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk melanjutkan kuliah di Poltekpar melalui jalur beasiswa," ujarnya.
Selain mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat, kedua kementerian juga akan memperluas kolaborasi melalui sinkronisasi program pengembangan desa wisata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, penguatan kurikulum sadar wisata, serta integrasi dan pertukaran data antarkementerian.
Widiyanti menilai kerja sama tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi dalam mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing.
"Ini menjadi langkah awal bagi kolaborasi yang semakin erat dalam membangun talenta-talenta Indonesia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. Karena pada akhirnya, pariwisata yang berkualitas adalah pariwisata yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia," kata Widiyanti. **
Artikel Terkait
Dorong Resiliensi Ekonomi, Indonesia Jajaki Kebijakan Bebas Visa Baru di Pertemuan APEC
Indonesia Perkuat Keselamatan di Destinasi Wisata
Penguatan Promosi dan Ekosistem Pariwisata Berkontribusi Terhadap Perekonomian Nasional