Menyelami Problem Gen Z yang Sulit Dapat Kerja: Cawagub DKI Jakarta Saling Adu Solusi Soal Atasi Pengangguran di Jakarta

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Selasa, 8 Oktober 2024 | 08:05 WIB
Ilustrasi pekerjaan bagi generasi usia muda (Gen Z). (Unsplash.com / Luca Bravo)
Ilustrasi pekerjaan bagi generasi usia muda (Gen Z). (Unsplash.com / Luca Bravo)

NARASIDATA.COM - Tantangan dunia kerja bagi generasi muda atau dikenal dengan istilah Gen Z di Indonesia, menjadi topik dalam debat calon wakil gubernur (Cawagub) Pilkada DKI Jakarta 2024, pada Minggu, 6 Oktober 2024.

Cawagub DKI Jakarta nomor urut 1, Suswono, menyoroti ketersediaan lapangan kerja menjadi hal penting untuk mengurangi pengangguran yang didominasi anak muda di Jakarta.

Suswono menuturkan, upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan mendorong program wirausaha muda.

"Karena anak-anak muda ini anak-anak kreatif asal didorong dengan diberikan permodalan Insya Allah mereka akan timbul kreativitas," kata Suswono di Jakarta International Expo, pada Minggu, 6 Oktober 2024.

Baca Juga: Menyoroti Pekan Paralimpiade Nasional 2024, Inilah Prestasi Olahraga Untuk Para Atlet Indonesia dengan ‘Kebutuhan Khusus’

Dari sisi lain, Cawagub DKI Jakarta nomor 2 Kun Wardana menyebut ada ketidakcocokan antara persyaratan keterampilan kerja dan kompetisi pencari kerja khusus Gen Z.

Kun Wardana mengungkap, perlu adanya integrasi antara dunia kerja, kampus, dan pendidikan vokasi.

"Mereka (Gen Z) bisa diberikan fasilitas kerja praktek di pasar kerja yang ada sehingga bisa ditempatkan di industri," kata Kun Wardana dalam kesempatan yang sama.

Sementara itu, Cawagub DKI Jakarta nomor urut 3 Rano Karno menyoroti terkait ketersediaan balai latihan kerja (BLK) modern untuk fasilitas pelatihan kerja bagi Gen Z.

Baca Juga: Mengenal Sammy Basso, Orang Cerdas Istimewa yang Tutup Usia: Inilah Warisan yang Ditinggalkannya di Dunia Sains

Menurutnya, pelatihan kerja bagi Gen Z dapat mengentaskan angka pengangguran di Jakarta.

"Maka dari itu, adanya 'hotline' 24 jam jadi panduan apa yang bisa dikerjakan, mudah-mudahan untuk penjurusan Gen Z jadi tidak salah arah," kata Rano Karno dalam kesempatan yang sama.

Berkaca dari hal itu, DKI Jakarta menjadi salah satu dari lima provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) terbanyak menurut Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada tahun 2024.

DKI Jakarta memiliki pengangguran terbuka sebesar 6,94 persen, berdasarkan data survei yang terakhir diperbaharui pada 6 Mei 2024 lalu.

Halaman:

Editor: Adithya Nurcahyo

Sumber: BPS

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X