Mengintip Kontroversi Proyek di Muan Airport hingga Mantan Bos Korporasi Bandara Ditemukan Tewas yang Bikin Geger Media Korsel

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Jumat, 24 Januari 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi landasan pacu bandara untuk pendaratan pesawat terbang. (Unsplash.com / Rocker Sta)
Ilustrasi landasan pacu bandara untuk pendaratan pesawat terbang. (Unsplash.com / Rocker Sta)

Sebelumnya, Bandara Muan sempat ditutup hingga 19 Januari 2025, karena dalam proyek perbaikan tanggul bandara yang sedang ditingkatkan, sehingga dapat menampung sistem panduan pendaratan localizer.

Keputusan diambil setelah Pertanahan, Infrastruktur, dana Transportasi Korea Selatan melakukan pengecekan untuk maskapai penerbangan dan bandara-bandara. 

Peningkatan itu dianggap perlu, termasuk localizer dan pondasinya untuk total sembilan fasilitas di tujuh bandara, termasuk Bandara Muan.

Baca Juga: Prabowo Potong Anggaran Seremoni dan Perjalanan Dinas Pemerintah: Kita Bisa Hemat 20 T Lebih, untuk Perbaiki Sekolah

 

  • Tragedi Jeju Air di Bandara Muan Renggut 179 Korban Jiwa

 

Dalam artikel berbeda yang tayang pada 2 Januari 2025, Yonhap mengungkap hasil penggeledahan pihak kepolisian Korsel di Bandara Internasional Muan.

Selain di Bandara Muan, polisi juga menelusuri Kantor Jeju Air, dan area lokasi kejadian kecelakaan.

Baca Juga: Sebut Sistem Baru PPDB Belum Diputuskan, Mendikdasmen Ungkap Hasil Rapat Kabinet

Kepolisian Korsel memberi surat perintah penggeledahan dikeluarkan atas tuduhan kelalaian profesional yang mengakibatkan kematian.

Selain itu, Polisi Provinsi Jeonnam, Korsel melakukan operasi penggeledahan di Bandara Muan dengan menyebut kecelakaan pesawat di Jeju Air telah merenggut 179 korban jiwa.***

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X