Di Masa Depan, Jepang Diperkirakan Hanya Punya 1 Anak Saja, Peneliti Ungkap Fakta Ini

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Sabtu, 25 Januari 2025 | 10:00 WIB
Ilustrasi Jepang yang sedang mengalami penurunan angka kelahiran (freepik/tawatchai07)
Ilustrasi Jepang yang sedang mengalami penurunan angka kelahiran (freepik/tawatchai07)

NARASIDATA.COM - Angka kelahiran dan pernikahan di Jepang yang terus menurun memicu kekhawatiran serius akan masa depan populasi negara tersebut. 

Berdasarkan laporan dari Japan Times, 6 Januari 2025, jika tren ini berlanjut, Jepang diperkirakan hanya akan memiliki satu anak pada tahun 2720. 

Prediksi ini disampaikan oleh Hiroshi Yoshida, seorang profesor di Pusat Penelitian Ekonomi dan Masyarakat Lanjut Usia Universitas Tohoku. 

Baca Juga: Struktur Beton Area Keselamatan Bandar Muan akan Segera Dibongkar Meski Penyidikan Kecelakaan Pesawat Jeju Air Masih Berlangsung

Yoshida telah merilis perkiraan jumlah anak ini setiap bulan April sejak 2012, menggunakan simulasi berdasarkan tingkat penurunan populasi tahunan di kalangan anak-anak.

Menurut data terbaru, tingkat penurunan populasi tahunan pada April lalu mencapai 2,3 persen.

Angka ini menunjukkan percepatan penurunan lebih dari 100 tahun dibandingkan dengan prediksi yang dibuat pada 2023. 

Baca Juga: Film Emilia Perez Merajai 13 Nominasi Oscar 2025, Kisah Mantan Bos Kartel Kejam yang Jadi Transgender dan Ingin Hidup Tenang

Jika situasi ini tidak segera diatasi, Jepang menghadapi ancaman kepunahan generasi muda di masa depan.

Penurunan Angka Kelahiran di Jepang

Penurunan angka kelahiran di Jepang menjadi salah satu isu paling krusial.

 Baca Juga: Robert Pattinson ke Korea untuk Promo Film Mickey 17, Mendadak Jadi Bintang Tamu Running Man

Data dari Kementerian Kesehatan Jepang menunjukkan bahwa angka kelahiran turun menjadi 1,20 pada 2023, yang merupakan tingkat terendah sepanjang sejarah. 

Di Tokyo, angka kelahiran bahkan lebih rendah, yakni hanya 0,99, menjadikannya kota pertama di Jepang dengan angka kelahiran di bawah 1.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X