Waspada Modus Investasi Bodong dari Penipu Lewat Aplikasi Kencan: Bosnya dari China, Sekarang Masih Buron

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Selasa, 28 Januari 2025 | 22:20 WIB
Keterangan polisi terkait penipuan lewat aplikasi kencan online di Jakarta, pada Selasa, 28 Januari 2025. (Dok. Konferensi Pers Polres Metro Jakarta Pusat)
Keterangan polisi terkait penipuan lewat aplikasi kencan online di Jakarta, pada Selasa, 28 Januari 2025. (Dok. Konferensi Pers Polres Metro Jakarta Pusat)

Polisi pun menggerebek lokasi tersebut dan menemukan sebanyak 20 orang yang saat ini dijadikan tersangka atas kasus penipuan berani dengan modus aplikasi kencan.

     2. Otak Penipuan Aplikasi Kencan Masih Diburu Polisi

Dalam kesempatan yang sama, Respati mengungkap pihaknya masih memburu satu orang WNA asal China yang diduga sebagai otak penipuan lewat aplikasi kencan.

Baca Juga: Sempat Jual Mobil Korban Setelah Memutilasi, Pelaku Pembunuhan Uswatun Khasanah Ungkap Penyebab Aksi Kejinya

"Bosnya ini inisial AJ masuk DPO (daftar pencarian orang)," kata Respati.

Respati menilai, AJ sebagai sosok yang memerintahkan tersangka tiga tersangka, INB, AKP, dan RW yang bertugas sebagai pemimpin kelompok itu di Indonesia.

"AJ ini merupakan bosnya dan merupakan warga negara asing. Informasinya dari China," tegasnya.

Baca Juga: Prabowo Harap Gencatan Senjata di Palestina Bertahan

Respati juga mengungkap sebanyak 20 orang tersangka penipuan berani bermodus aplikasi kencan, memiliki rata-rata gaji Rp5-7 juta per bulan secara tunai.

"Mereka (tersangka) digaji. Untuk 'leader' (pimpinan) Rp7 juta, untuk operator Rp5 juta," sebutnya.

     3. Pakai Foto Orang Lain yang Dianggap Menarik

Baca Juga: Kelakar Anwar Ibrahim Usai Prabowo Diberi Gelar Tertinggi dari Raja Malaysia: Lebih Dari Dato' Seri

Respati mengatakan para tersangka baru bekerja kurang lebih selama dua bulan, ada yang menjadi operator hingga leader.

Sementara, tersangka yang bekerja sebagai operator akan bertugas membuat akun pada aplikasi kencan dengan foto profil orang lain yang dianggap menarik.

Para operator ini terus berinteraksi dengan calon korbannya melalui aplikasi kencan, setelah merasa dekat mereka kemudian menawarkan investasi kepada korbannya.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X