Polisi pun menggerebek lokasi tersebut dan menemukan sebanyak 20 orang yang saat ini dijadikan tersangka atas kasus penipuan berani dengan modus aplikasi kencan.
2. Otak Penipuan Aplikasi Kencan Masih Diburu Polisi
Dalam kesempatan yang sama, Respati mengungkap pihaknya masih memburu satu orang WNA asal China yang diduga sebagai otak penipuan lewat aplikasi kencan.
"Bosnya ini inisial AJ masuk DPO (daftar pencarian orang)," kata Respati.
Respati menilai, AJ sebagai sosok yang memerintahkan tersangka tiga tersangka, INB, AKP, dan RW yang bertugas sebagai pemimpin kelompok itu di Indonesia.
"AJ ini merupakan bosnya dan merupakan warga negara asing. Informasinya dari China," tegasnya.
Baca Juga: Prabowo Harap Gencatan Senjata di Palestina Bertahan
Respati juga mengungkap sebanyak 20 orang tersangka penipuan berani bermodus aplikasi kencan, memiliki rata-rata gaji Rp5-7 juta per bulan secara tunai.
"Mereka (tersangka) digaji. Untuk 'leader' (pimpinan) Rp7 juta, untuk operator Rp5 juta," sebutnya.
3. Pakai Foto Orang Lain yang Dianggap Menarik
Baca Juga: Kelakar Anwar Ibrahim Usai Prabowo Diberi Gelar Tertinggi dari Raja Malaysia: Lebih Dari Dato' Seri
Respati mengatakan para tersangka baru bekerja kurang lebih selama dua bulan, ada yang menjadi operator hingga leader.
Sementara, tersangka yang bekerja sebagai operator akan bertugas membuat akun pada aplikasi kencan dengan foto profil orang lain yang dianggap menarik.
Para operator ini terus berinteraksi dengan calon korbannya melalui aplikasi kencan, setelah merasa dekat mereka kemudian menawarkan investasi kepada korbannya.