Coca-cola Mengandung Klorat Tinggi Sehingga Peredarannya Ditarik dari Eropa, Perusahaan Klaim Tidak Ada Korban

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Jumat, 31 Januari 2025 | 08:40 WIB
Coca-cola menarik peredarannya dari pasar Eropa. (instagram.com/cocacola_id)
Coca-cola menarik peredarannya dari pasar Eropa. (instagram.com/cocacola_id)

"Anda harus mengonsumsi begitu banyak botol berbeda untuk melihat efeknya," ujar Jorens kepada penyiar publik Belgia, VTM.

Langkah Penarikan Produk

Coca-Cola Europacific Partners Belgium memastikan bahwa sebagian besar produk terdampak yang belum terjual telah ditarik dari pasar.

Baca Juga: Tersangka Penyiksaan Bocah 10 Tahun di Nias Telah Ditetapkan, Tapi Pamannya Mengungkap Perlakuan Ayah yang Jadi Penyebabnya

"Mayoritas produk yang terdampak dan tidak terjual telah ditarik dari rak-rak toko, dan kami terus mengambil langkah-langkah untuk menarik semua produk yang tersisa dari pasar," ungkap perusahaan.

Namun, cabang Coca-Cola di Prancis menyebutkan bahwa analisis dari para ahli independen menunjukkan risiko akibat konsumsi produk tersebut sangat rendah.

"Kami belum menerima keluhan apa pun dari konsumen tentang masalah ini," klaim perusahaan.

Baca Juga: Istirahat Jadi Pelatih, Eks Juru Taktik Garuda Shin Tae-yong Kini Ikuti Kegiatan Sosial di Kampung Halamannya

Sejumlah produk Coke dan Fuze Tea memang telah dikirim ke Prancis, tetapi hingga saat ini, belum ada perintah resmi untuk menarik produk tersebut dari pasar Prancis.

Atas kejadian ini, Coca-Cola Europacific Partners menyampaikan permintaan maaf. 

Kandungan klorat tinggi dalam produk pertama kali terdeteksi melalui pemeriksaan rutin di fasilitas produksi di Ghent.

Baca Juga: Meski Warga Gaza Bersikeras Menolak Relokasi, Trump Tetap Ngotot: Mereka Bisa Hidup Tanpa Banyak Gangguan

Produk dan Kode Produksi yang Terdampak

Produk-produk yang teridentifikasi mengandung kadar klorat tinggi memiliki kode produksi antara 328 GE hingga 338 GE. 

Beberapa merek yang turut terdampak dalam penarikan ini antara lain:

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X