Coca-cola Mengandung Klorat Tinggi Sehingga Peredarannya Ditarik dari Eropa, Perusahaan Klaim Tidak Ada Korban

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Jumat, 31 Januari 2025 | 08:40 WIB
Coca-cola menarik peredarannya dari pasar Eropa. (instagram.com/cocacola_id)
Coca-cola menarik peredarannya dari pasar Eropa. (instagram.com/cocacola_id)

Baca Juga: AFC Akhirnya Atur Jadwal Indonesia vs Bahrain di GBK, Sebelumnya Takut Fans Asal Timur Tengah Itu Kena 'Serang' Suporter Garuda

Sejumlah makanan yang sering ditemukan mengandung klorat antara lain:

  • Sayuran beku
  • Jus buah
  • Selada
  • Rempah-rempah

EFSA menekankan bahwa konsumsi klorat secara berulang dapat menimbulkan kekhawatiran kesehatan, terutama pada kelompok anak-anak yang mengalami defisiensi yodium. 

Baca Juga: Lionel Messi Bakal Pulang dari Miami ke Barcelona: Akankah Reuni dengan Neymar yang Baru 'Putus' Sama Al-Hilal?

Oleh karena itu, regulasi mengenai kadar klorat dalam makanan dan minuman terus diawasi untuk mengurangi risiko kesehatan di masyarakat.

Sementara itu, selain negara-negara yang disebutkan di atas tidak ada penarikan produk Coca-Cola, termasuk di Indonesia.***

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X