Stunting Jadi Salah Satu ‘Korban’ Imbas Penutupan USAID Oleh Presiden AS Donald Trump

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Minggu, 9 Februari 2025 | 09:00 WIB
Kegiatan USAID di Indonesia sebelum Trump memutuskan menutup USAID. (instagram.com/usaidindonesia)
Kegiatan USAID di Indonesia sebelum Trump memutuskan menutup USAID. (instagram.com/usaidindonesia)

NARASIDATA.COM - Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), badan pembangunan internasional milik Amerika Serikat, dipastikan akan ditutup.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Department of Government Efficiency (DOGE) AS, Elon Musk, dalam sesi X Spaces pada Senin 3 Februari 2025.

"Terkait dengan USAID, saya sudah berbicara dengan (Presiden AS Donald Trump) secara mendetail dan dia setuju kita harus menutupnya," ungkap Musk.

Baca Juga: Mengaku Tidak Takut Dipecat Usai Hina Honorer yang Pakai BPJS, Begini Nasib Citra Weni

Persetujuan dari Trump disebut sebagai langkah pemangkasan anggaran pemerintah. 

Dana bantuan yang sebelumnya diberikan kepada lebih dari 100 negara, termasuk negara-negara miskin, akan dialihkan ke program bantuan kemanusiaan yang lebih sejalan dengan kebijakan Make America Great Again (MAGA).

Sebelumnya, Musk secara terang-terangan menyebut USAID sebagai "sarang ular berbisa kaum Marxis kiri radikal" yang menentang kepentingan AS.

Baca Juga: Daftar Tol yang Gratis saat Lebaran 2025, Padahal Pemerintah Sempat Ungkap Tol di Indonesia Tak Bisa Digratiskan

Ia bahkan menuding lembaga ini sebagai alat CIA yang mendanai penelitian senjata biologis, termasuk yang diduga berkaitan dengan awal mula pandemi COVID-19.

Ke depan, USAID akan diintegrasikan ke dalam Departemen Luar Negeri AS. 

Menteri Luar Negeri Marco Rubio bahkan mengklaim telah menempati posisi Direktur USAID, menyusul pernyataan Elon Musk bahwa Trump telah menyetujui pembubaran lembaga tersebut.

Baca Juga: Laporkan Kekayaan Mencapai Rp1 Triliun Tapi Raffi Ahmad Diduga Pakai Gas Elpiji 3 Kg, Nagita Slavina Beri Klarifikasi: Properti Syuting

Kontroversi dan Protes

Keputusan ini memicu perdebatan, terutama di kalangan pegawai USAID. 

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X