Pemerintah Indonesia telah bersiap menghadapi kemungkinan dampak dari penutupan USAID.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Rolliansyah "Roy" Soemirat, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian mengenai program-program yang terkena dampaknya.
Roy menjelaskan bahwa kerja sama antara Indonesia dan AS dalam Bilateral Development Cooperation Framework 2020-2026 masih berjalan.
Pihaknya pun masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah AS mengenai kelanjutan hibah yang telah disepakati sebelumnya.
Meski demikian, Roy menegaskan bahwa hubungan diplomatik Indonesia-AS yang telah terjalin selama 75 tahun akan tetap kuat.
Menurutnya, setiap kebijakan yang diambil oleh AS maupun negara mitranya selalu melalui pertimbangan matang dengan prinsip saling menghormati.
Ia juga meyakini bahwa jika ada dampak signifikan akibat kebijakan ini, kedua negara dapat berdialog untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
USAID: Lembaga dengan Peran Strategis
Sebagai badan independen pemerintah AS, USAID memiliki peran penting dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada negara-negara yang tengah menghadapi bencana, berjuang keluar dari kemiskinan, maupun yang sedang melakukan reformasi demokrasi.
Dengan ditutupnya USAID, dunia kini menanti bagaimana kebijakan AS selanjutnya dalam menyalurkan bantuan internasionalnya.
Sementara itu, negara-negara yang selama ini bergantung pada bantuan USAID, termasuk Indonesia, harus mencari solusi alternatif untuk mempertahankan program-program yang telah berjalan.***