Kemlu Buka Suara Tentang Perbedaan Kronologi yang Disampaikan, Minta Malaysia Dengar Keterangan Korban WNI Terkait Penembakan APMM

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Minggu, 9 Februari 2025 | 17:36 WIB
Ilustrasi foto penembakan. (Unsplash/Max Kleinen)
Ilustrasi foto penembakan. (Unsplash/Max Kleinen)

Kronologi pelepasan tembakan menurut Menteri Dalam Negeri Malaysia

Menteri Dalam Negeri Malaysia Saifuddin Nasution menjelaskan pengejaran dilakukan oleh kapal Penggalang 31 milik APMM setelah peringatan dengan pengeras suara diabaikan.

Selain itu disebutkan jika kapal yang ditumpangi 5 WNI berusaha menabrak Penggalang 31 untuk kabur.

Baca Juga: Telisik Kesan Bek Top Eropa Kevin Diks yang Tampil Bersama Garuda: Tetap Bersemangat, Meski Dikandaskan Jepang di Laga Perdana

“Indikasi bahwa kapal tersebut tidak menghiraukan peringatan adalah kapal terus melaju kencang,” ujar Saifuddin pada konferensi pers yang digelar di Gedung Parlemen pada Senin, 3 Februari 2025.

Bagian kapal yang jadi target saat penabrakan adalah bagian mesinnya, di mana menimbulkan risiko ledakan.

Saifuddin mengatakan bahwa mengingat ancaman yang meningkat, petugas APMM mengarahkan ke mesin kapal, berharap dapat menonaktifkannya dan mengakhiri pengejaran.

Baca Juga: Dilema Kevin Diks Menuju Gladbach, Keluarganya Sudah Nyaman di Denmark hingga Tantangan Besar Menantinya di Jerman

Kemlu RI berharap Malaysia mau mendengar keterangan WNI

Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu, Judha Nugraha mengungkapkan harapannya agar aparat Malaysia juga mempertimbangkan keterangan yang diberikan oleh WNI.

Ia menyoroti perbedaan kronologi tentang ada dan tidaknya penyerangan dengan senjata tajam sebelum penembakan dilakukan.

Baca Juga: IKN Disebut akan Mandek Usai Pemangkasan Anggaran Besar-besaran, Basuki Malah Sebut Anggarannya akan Ditambah

"Ada beberapa catatan, yang pertama terkait tadi yang percobaan pembunuhan," kata Judha kepada media di Kemlu RI, Jakarta Pusat pada Jumat, 7 Februari 2025.

"Sebagaimana kita tahu di rilis awal dari PDRM, menyampaikan bahwa dua WNI kita melakukan penyerangan kepada aparat APMM dengan menggunakan parang, itu rilis awal," ujarnya.

"Kemudian pada saat kita melakukan akses kekonsuleran pada WNI yang luka tembak, kan diceritakan kronologis dan bahwa mereka menyampaikan tidak ada penyerangan tersebut," jelas Judha.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X