Jokowi Yakin Pembangunan IKN Tidak akan Mangkrak di Tengah Jalan: Ini Proyek Jangka Panjang

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Rabu, 12 Februari 2025 | 22:20 WIB
Jokowi saat masih menjabat sebagai Presiden RI bersama para tokoh politik Indonesia mengunjungi IKN pada pertengahan tahun 2024 lalu. (Instagram/Jokowi)
Jokowi saat masih menjabat sebagai Presiden RI bersama para tokoh politik Indonesia mengunjungi IKN pada pertengahan tahun 2024 lalu. (Instagram/Jokowi)

NARASIDATA.COM - Pembangunan Ibu Kota Negara atau IKN yang dimulai sejak era pemerintahan Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo menjadi megaproyek yang masih dijalankan hingga saat ini.

Di tengah pembangunannya, dana IKN justru terkena pemangkasan anggaran terbesar yang mencapai 75,2 persen.

Artinya, menurut APBN Tahun Anggaran 2025 pemotongan anggaran Otorita Ibu Kota Negara sejumlah Rp4,81 Triliun dari total pagu anggaran Rp6,39 Triliun.

Baca Juga: Selain Menyebut Program MBG Seperti Hajatan, Sri Mulyani Ungkap Kerumitan Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis untuk Sehari-hari

Di tengah pemotongan anggaran IKN, Joko Widodo atau Jokowi yakin bahwa IKN tidak akan menjadi proyek pembangunan yang mangkrak di masa depan.

IKN adalah rencana lama dan jangka panjang

Dalam video yang diunggah di channel YouTube Najwa Shihab pada Selasa, 11 Februari 2025, Jokowi mengutarakan kalau IKN adalah proyek yang sudah lama direncanakan.

Baca Juga: Nikita Dituding Menjelekkan Nama Baik Pengusaha Skincare Reza hingga Polisi Ungkap Adanya Dugaan Pengancaman Lewat Media Elektronik

Dibangun di masa pemerintahannya, namun IKN adalah rencana yang sudah ada sejak Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.

“IKN ini adalah rencana lama dari Presiden pertama kita, Ir. Soekarno, kemudian kita eksekusi,” ujar Jokowi.

Ia kemudian mengatakan tentang perekonomian negara di mana PDB ekonomi Indonesia, 58 persen berputar di Pulau Jawa.

Baca Juga: Mengintip 'Awal Perjalanan Baru' Deddy Corbuzier di Kemhan RI, dari Era Jokowi hingga Kini Jadi Stafsus Menhan RI di Pemerintahan Prabowo

“Kita memiliki 17 ribu pulau tapi 58 persen PDB ekonomi berputar di Pulau Jawa dan kedua, 56 persen penduduk Indonesia itu ada di Pulau Jawa,” kata Jokowi.

Ia mengibaratkan Pulau Jawa sebagai magnet yang terus menarik.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X