Soal AS yang Ingin Warga Gaza 'Pindah' dari Palestina, Ini Tanggapan Raja Yordania Abdullah II usai Temui Trump di Gedung Putih

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Kamis, 13 Februari 2025 | 08:10 WIB
Potret Raja Yordania Abdullah II (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan). (Instagram.com/@whitehouse)
Potret Raja Yordania Abdullah II (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan). (Instagram.com/@whitehouse)

"Membangun kembali Gaza tanpa menggusur warga Palestina dan mengatasi situasi kemanusiaan yang mengerikan harus menjadi prioritas semua pihak," tegasnya.

Kompromi dengan AS Tanpa Perlu Relokasi Warga Gaza

Dalam kesempatan yang sama, Raja Abdullah II juga menuturkan pihaknya sedang menyusun rencana soal bagaimana negara-negara di kawasan Timur Tengah dapat 'kompromi' dengan Trump terkait gagasan AS yang ingin relokasi warga Gaza.

Baca Juga: Sederet Pasangan Artis Ini Curi Perhatian usai Spill Momen Pernikahan, Terbaru Angga-Shenina yang Tetiba Nikah di Bali

Dalam pembicaraan di Gedung Putih, Raja Abdullah II disebut berhasil membujuk Trump yang sebelumnya melontarkan kemungkinan menghentikan bantuan AS ke Yordania jika negara itu tidak mau menampung warga Gaza.

"Salah satu hal yang bisa kita lakukan segera adalah merawat 2.000 anak, anak-anak penderita kanker yang berada dalam kondisi sakit parah. Itu dimungkinkan untuk terjadi," kata Raja Abdullah II ketika Trump menyambut dirinya dan Putra Mahkota Hussein di Gedung Putih.

Trump pun sempat menyebut gagasan Raja Yordania itu sebagai 'tindakan yang sangat indah' dan mengakui dirinya tidak mengetahui kedatangan Raja Yordania di Gedung Putih.

Baca Juga: Belajar dari Presiden Turki Erdogan yang Kini Berkunjung ke Indonesia, Pernah Jadi Wali Kota yang Dikenal Tegas Cegah Korupsi

Berkaca dari hal itu, sebelumnya terdapat sederet rencana AS yang akan ambil alih Jalur Gaza. Berikut ulasan selengkapnya.

  1. Rencana AS Ambil Alih Jalur Gaza

Dalam kesempatan berbeda, Trump pernah menyatakan Amerika Serikat akan mengambil alih Jalur Gaza, Palestina, dan meratakan wilayah tersebut.

Baca Juga: Selain Menyebut Program MBG Seperti Hajatan, Sri Mulyani Ungkap Kerumitan Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis untuk Sehari-hari

"AS akan mengambil alih Jalur Gaza dan kami juga akan melakukan pekerjaan di sana," kata Trump dalam konferensi pers usai bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih (Gedung Putih), Washington, DC, pada Rabu, 5 Februari 2025.

Sambil berdiri di samping Netanyahu, Trump mengatakan Washington akan menguasai Jalur Gaza dan bertanggung jawab untuk membongkar seluruh bom berbahaya yang belum meledak serta memusnahkan seluruh senjata di area itu.

  2. Trump: Singkirkan Bangunan yang Hancur di Gaza

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X