Soal AS yang Ingin Warga Gaza 'Pindah' dari Palestina, Ini Tanggapan Raja Yordania Abdullah II usai Temui Trump di Gedung Putih

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Kamis, 13 Februari 2025 | 08:10 WIB
Potret Raja Yordania Abdullah II (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan). (Instagram.com/@whitehouse)
Potret Raja Yordania Abdullah II (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kanan). (Instagram.com/@whitehouse)

NARASIDATA.COM - Sedang hangat diperbincangkan publik internasional terkait pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang ingin merelokasi warga Palestina dan membangun kembali Gaza di bawah kepemilikan AS. 

Dilansir dari Reuters, pernyataan itu diutarakan Trump dalam pertemuan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Washington, D.C, pada Rabu, 5 Februari 2025. 

"AS mendukung relokasi warga Palestina di Jalur Gaza dengan mengatakan AS mendukung relokasi warga Gaza secara permanen," cetus Trump.

Baca Juga: Jokowi Yakin Pembangunan IKN Tidak akan Mangkrak di Tengah Jalan: Ini Proyek Jangka Panjang

Trump mengaku heran dengan penolakan dari warga Palestina terkait rencana relokasi yang digagas olehnya.

"Saya tidak berpikir orang-orang harus kembali ke Gaza. Mengapa mereka ingin kembali? Tempat itu seperti neraka," ujar Presiden AS itu.

Sebelumnya, Trump telah mengusulkan pemindahan warga Palestina dari Gaza ke Yordania dan Mesir, keduanya merupakan mitra utama AS di Timur Tengah.

Baca Juga: Sumber Pemotongan Anggaran Salah Satunya dari Pengurangan Perjalanan Dinas, Presiden Ingin Fokus Program yang Langsung untuk Masyarakat

Terkini, gagasan itu ditolak keras oleh Raja Yordania Abdullah II usai melakukan pertemuan langsung dengan Trump di Gedung Putih, pada Rabu, 12 Februari 2025.

Lantas, bagaimana tanggapan Raja Abdullah II dalam pertemuan dengan Trump di AS? Simak ulasan selengkapnya.

Yordania Berada di Pihak Warga Gaza, Palestina

Baca Juga: Pemotongan Anggaran BMKG Hingga Rp1,4 Triliun, Istana Sebut Mitigasi Bencana Layanan Publik yang Dipastikan Optimal

Dilansir dari Al Jazeera, Raja Abdullah II mengklaim pihaknya menolak relokasi warga Palestina dari Jalur Gaza, seperti yang dicetuskan Trump.

"Saya menegaskan kembali posisi teguh Yordania terhadap penolakan pemindahan warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Ini adalah posisi Arab yang bersatu," tegas Raja Abdullah II dalam pernyataan resminya usai melakukan pembicaraan dengan Trump di Gedung Putih.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X