Disebut Merugikan Banyak Pihak, Sri Mulyani Sebut Dampak Positif MBG Bagi Perekonomian Indonesia

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Kamis, 13 Februari 2025 | 22:25 WIB
Prabowo Saat Meninjau Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SDN 1 dan SDN 2 Kedung Jaya, Bogor, Jawa Barat. (instagram.com/prabowo)
Prabowo Saat Meninjau Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SDN 1 dan SDN 2 Kedung Jaya, Bogor, Jawa Barat. (instagram.com/prabowo)

Ke depan, jumlah SPPG akan ditingkatkan menjadi 5.000 unit pada Desember 2025, dengan target melayani 4.000 penerima manfaat per unit. 

Dengan anggaran sebesar Rp71 triliun, pemerintah menargetkan program MBG dapat menjangkau 15,5 juta pelajar serta 2,4 juta ibu hamil dan balita sepanjang tahun 2025.

"Kami akan mampu memberikan dukungan. Dan itulah mengapa ini adalah area yang akan terus kami berikan prioritas lebih tinggi, tidak hanya dalam hal anggaran, tetapi yang terpenting, pada pengiriman," tambahnya.

Baca Juga: Jelang 'El Clasico' Persija vs Persib, Ketum Suporter Viking Titip Tim Kesayangannya ke Fans The Jak Mania: Semoga Bisa Kondusif

Program Andalan Presiden Prabowo Subianto

Sri Mulyani menegaskan bahwa MBG merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang tidak hanya membutuhkan anggaran besar, tetapi juga strategi implementasi yang matang.

"Banyak di ruangan ini yang mungkin sudah memiliki mantu atau dalam hal ini menggelar pernikahan anak. Biasanya Anda mengundang 500 orang, 1.000 orang, atau jika sangat kaya mungkin (tamu undangan) 5.000 orang," tuturnya.

Baca Juga: Pemilihan Nama 'Sabra' dan 4 Fakta Lainnya yang Membuat Munculnya Ajakan Boikot Film Captain America: Brave New World

Namun, berbeda dengan pernikahan yang memiliki persiapan panjang, program MBG harus diselenggarakan setiap hari untuk jutaan penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia. 

Oleh sebab itu, pemerintah harus memastikan bahwa distribusi makanan berlangsung efektif dan efisien.

"Kami menyediakan makanan (MBG) untuk 5.000 (anak) per fasilitas, setiap hari. Jadi, Anda merasa seperti memiliki pesta pernikahan setiap hari selama setahun penuh," jelasnya.

Baca Juga: Teken Kerja Sama Pertahanan dengan Turki, Ternyata Sebelumnya Prabowo Pernah Blusukan ke Pusat Teknologi Nasional di Istanbul

Menurutnya, tantangan terbesar dalam program ini bukan hanya kuantitas makanan yang harus disediakan, tetapi juga kualitas dan distribusinya. 

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional harus memastikan bahwa makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar gizi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Kebutuhan Tambahan Anggaran

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X