"Jangan sampai menghalangi hak saudara dan teman-teman mereka mendapatkan Makan Bergizi Gratis," kata Hasan.
"Kalau ada yang bilang mereka nggak perlu, mereka bisa sampaikan hal itu, bisa bilang 'Kami nggak usah dikasih,' nggak apa-apa," imbuhnya.
"Jangan sampai berunjuk rasa untuk membatalkan dan menolak, itu halangi hak-hak saudara-saudara yang lain, teman-teman yang lain untuk mendapatkan layanan Makan Bergizi Gratis," ucap Hasan.
Baca Juga: Razman Minta Surat Pembekuannya Dicabut Setelah Minta Maaf ke MA, Tapi Ngotot Merasa Tidak Bersalah
Manfaat Program MBG untuk Pemenuhan Gizi
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin menunjukkan sikap optimisnya jika setelah program ini berlangsung, masyarakat akan merasakan manfaatnya sendiri.
"Nanti lama-lama rakyat akan bicara bahwa makan bergizi itu adalah kebutuhan pokok bagi seorang warga negara, terutama anak-anak kita, ibu hamil, dan juga stunting," ujarnya.
"Yang penting kami berpikir positif bahwa makan bergizi itu untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi rakyat kita yang dilakukan oleh pemerintah, yang dilaksanakan oleh dapur-dapur dari TNI yang sedang bertugas di sana," imbuh Sjafrie.
Ia juga mengatakan kalau program MBG ini adalah hak yang harus diberikan kepada para penerima manfaat.
"Mereka-mereka itu semua adalah anak-anak kita yang perlu makan bergizi," tuturnya.
"MBG ini diberikan kepada mereka setiap hari selama mereka bersekolah," imbuhnya.
Demo Penolakan MBG di Papua Bukan Hal yang Baru
Sempat terjadi demo penolakan MBG di Papua hingga diwarnai aksi ancaman pembakaran sekolah yang melaksanakan, Menhan menyatakan pelaksanaan program ini memperdulikan isu politik.