news

Menyoal Kasus Penembakan 5 WNI di Malaysia, Yusril Minta untuk Tak Ragukan dan Menghormati Keputusan Hukum Malaysia

Rabu, 26 Februari 2025 | 19:00 WIB
Pertemuan Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra dengan Mendagri Malaysia Saifuddin Nasution Ismail pada Selasa, 25 Februari 2025.(Instagram/kumham.imipas)

Baca Juga: Telisik Kasus Dirut Pertamina Patra Niaga yang Jadi Tersangka Skandal Korupsi Minyak Mentah, Diduga Rugikan Negara Rp193 Triliun!

Mendagri Malaysia Ungkap APMM Sudah Sesuai SOP 

Dalam kesempatan tersebut, Saifuddin juga menyatakan jika para petugas APMM sering bekerja sambil mempertaruhkan nyawa.

“Dalam kasus ini, dalam kasus penembakan tersebut, mereka harus menilai situasi di tengah laut saat hari sudah gelap, tepatnya pada pukul 3 pagi,” ujarnya.

Baca Juga: Danantara Resmi Berdiri, Bagaimana Nasib LPI Indonesia? Intip Banding-banding Lembaga Investasi Era Prabowo vs Jokowi

“Kami hanya dapat memahami situasi ini sepenuhnya jika kami menempatkan diri pada posisi mereka,” kata Saifuddin.

Saifuddin mengatakan, tindakan yang dilakukan sesuai dengan situasi yang mereka hadapi namun harus tetap mematuhi SOP.

Termasuk penggunaan senjata api dan protokol lainnya dalam tugas tersebut.

Baca Juga: Badan Gizi Nasional Ungkap Makan Bergizi Gratis akan Butuh Rp28 Triliun Per Bulan di Tahun 2026, Ternyata Ini Penyebabnya!

Info 5 WNI Korban Penembakan dan 1 WNI yang Ditahan

Dari hasil penyidikan aparat Malaysia, 5 WNI tersebut adalah Pekerja Migran Indonesia atau PMI yang menggunakan jalur ilegal.

Korban meninggal dunia pertama dengan inisial B sudah dimakamkan di kampung halamannya di Riau.

Baca Juga: Masuk Top 8 SWF dengan Aset Terbesar di Dunia, Danantara Bakal Kelola Aset Negara RI Rp300 Triliun Hasil Efisiensi Anggaran

Satu orang lainnya dengan inisial VMSM meninggal dunia pada Selasa, 4 Februari 2025 setelah menjalani operasi pengangkatan ginjal karena luka tembak di Rumah Sakit Idris Shah Serdang dan dimakamkan di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Kemudian korban dengan inisial HA dan MZ berasal dari Riau adalah dua orang yang kondisinya stabil dan bisa memberikan keterangan sejak awal insiden.

Halaman:

Tags

Terkini