news

Terkait Dugaan Pencabulan yang Terjadi di Panti Asuhan Tangerang, KemenPPPA Sebut Kemungkinan Jumlah Korban Dapat Bertambah

Selasa, 8 Oktober 2024 | 12:13 WIB
Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nahar. (PMJ News)

 

NARASIDATA.COM - Kasus dugaan pencabulan anak panti asuhan di Tangerang Selatan sedang ditangani kasusnya oleh Polres Metro Tangerang Kota.

Pengungkapan dugaan pencabulan ini mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

KemenPPPA mengapresiasi dan mendukung Polres Metro Tangerang Kota dan Pemkot Tangerang yang mengungkap kasus dugaan pencabulan di panti asuhan.

Tak hanya itu, melalui Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Nahar, pihaknya bersama lembagan terkait menyiapkan langkah antisipasi agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

Baca Juga: Korban Pencabulan di Panti Asuhan Kawasan Kunciran Indah Tangerang Diungkap Polisi Sebanyak 7 Orang

"KemenPPPA mengapresiasi dan memberikan dukungan atas kerja cepat Polresta Tangerang, Pemkot Tangerang dan Masyarakat yang telah bekerjasama dalam mengungkap dan menangani kasus ini," ujar Nahar dikutip Narasi Data dari laman PMJ News, Selasa, 8 Oktober 2024.

Disebut pula KemenPPPA telah melakukan koordinasi penanganan dan pencegahan keberulangan peristiwa tersebut.

"KemenPPPA telah melakukan koordinasi penanganan dan pencegahan keberulangan serta mendorong agar proses penegakan hukum atas dugaan pencabulan terhadap anak-anak panti agar disegerakan untuk menghindari dampak yang lebih berat pada anak-anak," kata Nahar.

Pendampingan korban juga akan diberikan oleh KemenPPPA.

Baca Juga: Sedang Duduk di Area Masjid, Pria Ini Tetiba Dihampiri dan Dianiaya Puluhan Orang Diduga Geng Motor

"Ini baru mengunjungi anak-anak korban dan koordinasi lebih lanjut penanganan dengan para pendamping korban," tuturnya.

Dijelaskan Nahar bahwa saat ini sebanyak 13 orang anak telah ditempatkan di safe house miluk Pemkot Tangerang.

Nahar juga menyebut bahwa jumlah korban tidak menutup kemungkinan akan bertambah.

"Saat ini 13 anak dilindungi di Rumah Aman Pemkot Kota Tangerang, dan anak lainnya masih diverifikasi dan diasuh sementara oleh masyarakat. Jumlahnya kemungkinan dapat bertambah," tuturnya.

Halaman:

Tags

Terkini