NARASIDATA.COM - Kecelakaan pesawat Jeju Air pada 29 Desember 2024 lalu membuat duka dunia penerbangan.
Kecelakaan itu menewaskan 179 orang dan hanya dua kru kabin yang selamat.
Pesawat Jeju Air yang terbang dari Thailand itu membawa penumpang usai liburan Natal.
Baca Juga: Robert Pattinson ke Korea untuk Promo Film Mickey 17, Mendadak Jadi Bintang Tamu Running Man
Pendaratan darurat dilakukan di Bandara Muan dan berakhir dengan ledakan yang menghancurkan badan pesawat hingga berkeping-keping.
Ledakan itu terjadi setelah pesawat menabrak penghalang beton yang ada di ujung landasan.
Penyebab utama kecelakaan masih belum diketahui, namun pakar keselamatan udara sebelumnya sempat membahas jika korban bisa jauh lebih sedikit jika tidak ada struktur tersebut.
Struktur beton Bandara Muan akan dibongkar
Kementerian Perhubungan mengatakan bahwa pihaknya akan menghapus struktur di Bandara Muan.
Setelah pembongkaran, mereka akan segera memasang yang baru yang terbuat dari bahan yang mudah pecah.
Beberapa ahli dan pengamat mengatakan kalau localizer Bandara Muang itu menampung seperangkat antena yang dirancang untuk memandu pesawat dengan aman selama pendaratan.
Namun karena strukturnya kuat, membuat pesawat Jeju Air menghantamnya dengan keras.