Paus Fransiskus Dinyatakan Kritis karena Pneumonia Ganda, Ini Penjelasan tentang Penyakitnya

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Minggu, 23 Februari 2025 | 18:50 WIB
Paus Fransiskus Saat Berkunjung ke Indonesia September 2024 lalu. (instagram.com/nasaruddin_umar)
Paus Fransiskus Saat Berkunjung ke Indonesia September 2024 lalu. (instagram.com/nasaruddin_umar)

NARASIDATA.COM - Sabtu, 22 Februari 2025, Vatikan mengumumkan bahwa kondisi kesehatan Paus Fransiskus dalam 24 jam terakhir mengalami kemunduran. 

Untuk pertama kalinya, Vatikan menyatakan bahwa kondisi Paus, yang berusia 88 tahun, berada dalam keadaan kritis sehingga memerlukan suplemen oksigen dan transfusi darah.

Dalam pernyataan tersebut juga disebutkan bahwa Paus Fransiskus tidak dapat tampil di hadapan publik pada Minggu, 23 Februari 2025, untuk memimpin misa. 

Baca Juga: Mengulik Dua Manfaat Utama Retret Kepala Daerah yang Dilangsungkan Seminggu di Akmil Magelang

Ini merupakan kali kedua secara berturut-turut Paus tidak bisa menjalankan tugasnya memimpin misa karena alasan kesehatan. 

Situasi ini menjadi yang pertama dalam sejarah kepemimpinannya.

Sri Paus dilarikan ke Rumah Sakit Gemelli pada 14 Februari 2025 setelah mengalami sesak napas selama beberapa hari. 

Baca Juga: Tito Karnavian Merespon Ada Kepala Daerah yang Tidak Mengikuti Retret, Sebut Kehilangan Momen untuk Saling Mengenal Pemimpin Daerah Lain

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa beliau didiagnosis mengidap pneumonia yang menyerang kedua paru-parunya.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu sore, 22 Februari 2025, disebutkan bahwa penyakit asma yang telah lama diderita oleh Paus Fransiskus kembali kambuh, sehingga beliau membutuhkan bantuan oksigen. 

"Kondisi kesehatan Paus masih kritis, namun tidak dalam kondisi membahayakan," demikian isi pernyataan tersebut.

Baca Juga: Tak Peduli Kaya dan Miskin, Kepala BGN Sebut Penerima Manfaat untuk MBG Sudah Didata: Setiap Anak Berhak Gizi Seimbang

Meskipun dalam keadaan sadar dan masih dapat duduk, kondisi kesehatan Paus memburuk dibandingkan sebelumnya. 

Hal ini menyebabkan perlunya tambahan oksigen serta transfusi darah, karena hasil tes menunjukkan bahwa jumlah trombositnya masih rendah.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X