Pramono Anung Melalui Kader PDIP Sampaikan Kesiapan Bergabung Retret Menyusul Kepala Daerah yang Lain, Masinton: Itu Bukan Dilarang

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Senin, 24 Februari 2025 | 08:05 WIB
Para Kepala Daerah yang Hadir Mengikuti Retret Sejak Hari Pertama. (instagram.com/titokarnavian)
Para Kepala Daerah yang Hadir Mengikuti Retret Sejak Hari Pertama. (instagram.com/titokarnavian)

NARASIDATA.COM - Bupati Tapanuli Tengah, Sumatera Utara sekaligus Politikus PDIP, Masinton Pasaribu, mengungkapkan bahwa para kepala daerah dari partai tersebut akan mengikuti kegiatan retret di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah. 

Meski demikian, arahan terbaru dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mendorong kadernya untuk menunda keberangkatan ke retret tersebut.

Baca Juga: Dapat Tugas dari Megawati Soal Retret, Pramono Anung Ternyata Sudah Bersiap Jauh-jauh Hari

Masinton menyampaikan bahwa puluhan kepala daerah dari PDIP telah menggelar pertemuan awal di sebuah kafe di Kota Magelang, Sabtu 22 Februari 2025 lalu. 

Salah satu tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Gubernur Jakarta, Pramono Anung. 

Dalam kesempatan itu, Masinton menyampaikan informasi penting mengenai kesiapan para kepala daerah untuk mengikuti retret.

Baca Juga: Tambah Jual 500 Ribu Kursi Kereta, Total KAI Sediakan 4,5 Juta Kursi untuk Angkutan Mudik Lebaran 2025

"Tadi kami sudah disampaikan oleh informasi dari Mas Pram, prinsipnya bahwa kami harus siap mengikuti retret ini gitu ya. Jadi prinsipnya kami siap mengikuti retret dan waktunya kapan insyaallah dalam satu dua hari ini bisa bergabung," ujar Masinton Pasaribu pada Sabtu, 23 Februari 2025.

Instruksi Penundaan Keberangkatan

Dalam pertemuan tersebut, Masinton mengungkapkan bahwa baik pemerintah maupun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah mengeluarkan instruksi agar kader partai menunda keberangkatan menuju retret di Akmil. 

Baca Juga: Paus Fransiskus Dinyatakan Kritis karena Pneumonia Ganda, Ini Penjelasan tentang Penyakitnya

Arahan ini bukan berarti mereka tidak akan mengikuti kegiatan tersebut, melainkan hanya menunda keberangkatan hingga waktu yang lebih tepat.

"Tentu itu sudah dikomunikasikan, baik dengan ibu ketua umum (Megawati Soekarnoputri) dengan pemerintah seperti itu," ujar Masinton.

"Prinsipnya kan memang bersedia , cuman menunda saja. Instruksi itu kan bukan dilarang mengikuti retret tapi kita menunda begitu ya. Menunda itu kan bukan berarti tidak, mungkin sampai ada informasi lanjut kan begitu,” tambahnya.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X