NARASIDATA.COM - Mojokerto terseret arus di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta.
Kegiatan outing class yang seharusnya memberikan memori indah bagi para siswa justru berubah menjadi momen kehilangan teman.
Dalam insiden tersebut, tim SAR berhasil menyelamatkan 9 siswa dan langsung mendapatkan perawatan medis sementara 4 lainnya meninggal dunia.
Baca Juga: Pemerintah di Beberapa Wilayah Indonesia Kompak Lakukan Modifikasi Cuaca, Ahli Bilang Tidak Efektif
Terseretnya 13 siswa ke tengah laut ini dihubungkan dengan fenomena rip current.
Pantai di Yogyakarta memang menawarkan keindahan alam, namun di jajaran pantai tersebut ada bagian yang diam-diam berulang kali menelan korban jiwa.
Para petugas penyelamatan di pantai pun selalu mewanti-wanti pengunjung untuk tidak berenang di laut karena ada arus balik yang membahayakan.
Apa Itu Rip Current?
Mengutip dari laman resmi BMKG, rip current adalah arus kuat dari air laut yang bergerak menjauh dari pantai.
Rip current terbentuk karena pertemuan ombak yang sejajar dengan garis pantai, sehingga menyebabkan terjadinya arus balik dengan kecepatan arus yang tinggi.
Untuk kecepatan arusnya, semuanya tergantung pada kondisi gelombang, pasang surut, dan bentuk pantai.
BMKG menambahkan jika rip current yang telah diukur, kecepatannya bisa melebihi 2 m per detik.