Tanggapi Tuntutan Aksi ‘Indonesia Gelap’ Soal Efisiensi Anggaran, Prabowo Soroti Biaya Operasional Pendidikan Tanah Air

Photo Author
Redaksi, Narasi Data
- Rabu, 19 Februari 2025 | 10:10 WIB
Potret aksi ‘Indonesia Gelap’ di DKI Jakarta (kiri) dan Presiden RI Prabowo Subianto (kanan). (X.com/@barengwarga - Instagram.com/@prabowo)
Potret aksi ‘Indonesia Gelap’ di DKI Jakarta (kiri) dan Presiden RI Prabowo Subianto (kanan). (X.com/@barengwarga - Instagram.com/@prabowo)

Berkaca dari hal itu, pihak Istana kini telah menanggapi atau merespon terkait demo mahasiswa 'Indonesia Gelap', terkhusus soal efisiensi anggaran RI yang dinilai berdampak ke pendidikan nasional. Berikut ulasan selengkapnya:

1. Istana: Biaya Operasional hingga Beasiswa Tak Dikurangi

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengungkap pesan Presiden Prabowo terkait efisiensi anggaran yang disampaikan mahasiswa dalam aksi 'Indonesia Gelap', pada Senin, 17 Februari 2025.

Baca Juga: Razman Minta Surat Pembekuannya Dicabut Setelah Minta Maaf ke MA, Tapi Ngotot Merasa Tidak Bersalah

Hasan menyampaikan pesan Prabowo yang menegaskan biaya operasional perguruan tinggi hingga beasiswa tidak boleh dikurangi di tengah efisiensi anggaran RI.

"Beliau (Prabowo) tekankan juga, tolong sampaikan ke teman-teman yang dari kampus bahwa dari presiden tegaskan itu, soal biaya operasional perguruan tinggi, KIP kuliah, beasiswa, sama sekali tidak boleh dikurangi," ungkap Hasan Nasbi di Kompleks Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 18 Februari 2025.

"Itu pernyataan presiden soal tuntutan mahasiswa ('Indonesia Gelap')," tegas Hasan.

Baca Juga: Kini Divonis 20 Tahun di Skandal Korupsi PT Timah, Harvey Moeis Masih Belum Menyerah Lawan Vonis di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta

Terkait adanya kemungkinan terima perwakilan mahasiswa yang melakukan aksi 'Indonesia Gelap', Hasan mengaku Prabowo sejauh belum menerima informasi apa pun.

"Sejauh ini saya belum menerima informasi apapun, tapi presiden menanggapi informasi yang beredar tentang pemotongan beasiswa, pemotongan KIP kuliah, atau pengurangan biaya operasional perguruan tinggi itu sama sekali tidak benar," tegas Hasan.

"Dan presiden bilang, ini (pemotongan) tidak boleh dilakukan," tandasnya.

Baca Juga: Ronaldo Bakal Sambangi Kupang Pakai Private Jet, Intip Sederet Aksi Sosial yang Pernah Dilakukan sang Mega Bintang Sepak Bola Itu di Indonesia

  • Mensesneg ke BEM SI: Jangan Bawa Narasi yang Tidak Benar

Dalam kesempatan berbeda, aksi 'Indonesia Gelap' yang sedang hangat diperbincangkan di medsos juga ditanggapi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi.

Hadi mengaku tidak setuju dengan tuntutan dari para mahasiswa yang menolak sejumlah kebijakan pemerintah RI.

Di sisi lain, Hadi juga menghormati massa yang menyampaikan aspirasi lewat demonstrasi. Namun, ia meminta massa aksi tidak memainkan narasi yang tidak benar.

Halaman:

Editor: Ade Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X