news

Jarum Jam Kiamat Bergerak Menuju Tengah Malam, Berbagai Kerusuhan di Dunia Mendekati Ambang Kehancuran

Rabu, 29 Januari 2025 | 16:45 WIB
Ilustrasi jam kiamat yang menunjukkan dunia lebih dekat dengan kehancuran (Freepik)

Holz mengingatkan bahwa dalam dekade terakhir, dunia telah mengalami periode yang sangat panas, dan meskipun ada peningkatan penggunaan energi terbarukan seperti angin dan matahari, langkah-langkah global untuk mengatasi perubahan iklim masih jauh dari cukup.

"Selama 10 tahun terakhir, dunia mengalami dekade terpanas dalam sejarah. Meskipun ada kemajuan dalam penggunaan energi angin dan surya, langkah-langkah global masih belum cukup untuk menghindari dampak terburuk dari perubahan iklim," jelas Holz.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa jika dunia gagal mengendalikan pemanasan global, bencana seperti gelombang panas ekstrem, kekeringan, banjir, kebakaran hutan, dan naiknya permukaan air laut akan semakin sering terjadi, memperburuk ketidakstabilan global.

Baca Juga: Waspada Modus Investasi Bodong dari Penipu Lewat Aplikasi Kencan: Bosnya dari China, Sekarang Masih Buron

Ancaman Kecerdasan Buatan dalam Dunia Militer

Selain ancaman geopolitik dan krisis iklim, kecerdasan buatan (AI) juga menjadi perhatian besar. 

Kemajuan pesat dalam teknologi AI, terutama dalam aplikasi militer, dapat meningkatkan risiko perang otomatis. 

Baca Juga: Viral Sopir Kena Apes di Lampung! Mobilnya Terguling, Warga Malah Sibuk Menjarah Durian yang Berhamburan di Jalan

AI yang digunakan dalam sistem persenjataan dapat membuat keputusan serangan atau pertahanan tanpa intervensi manusia, yang berpotensi mengarah pada eskalasi konflik yang tidak terkendali.

Dengan hanya 89 detik tersisa sebelum tengah malam, para ilmuwan mendesak para pemimpin dunia untuk bertindak lebih tegas dalam menangani ancaman-ancaman ini. 

"Mengatur Jam Kiamat pada 89 detik sebelum tengah malam adalah peringatan bagi seluruh pemimpin dunia," tegas Holz.

Baca Juga: Sistem Zonasi akan Diganti dengan PPDB Domisili, Istana Ungkap Ingin Meminimalisir Kecurangan

Meskipun peringatan ini telah disampaikan setiap tahun, dunia masih belum menunjukkan kemajuan signifikan dalam mengurangi risiko bencana nuklir, krisis iklim, maupun tantangan teknologi baru seperti AI. 

Jika tidak ada langkah nyata yang segera diambil, dunia semakin mendekati titik kehancuran yang tidak dapat dibalikkan.***

Halaman:

Tags

Terkini