news

Hasil Tes Kejiwaan Jadi Pertimbangan Nasib Tersangka Kasus Mutilasi Ngawi, Disebut Menyanyi ‘Sephia’ Saat Diperiksa

Jumat, 31 Januari 2025 | 19:25 WIB
Ilustrasi hasil pemeriksaan tersangka mutilasi di Ngawi. (Freepik/Freepik)

Baca Juga: Fenomena Istilah Baru 'Ubur-ubur Ikan Lele' di Medsos, Ternyata Bermula dari Video Orang Kena Tilang Polisi hingga Jadi Lirik Lagu Rap Indo

Di balik perilakunya yang tenang saat interogasi, Antok ternyata beberapa kali menangis ketika diperiksa oleh penyidik. 

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengungkapkan bahwa tersangka menangis setiap kali ditanya mengenai anaknya.

"Kalau kami tanyakan soal anak, nangis dia. Sayang sama anaknya juga," ujar Jumhur.

Baca Juga: Sindiran Media Vietnam ke Garuda U-20 usai Kalah Beruntun di Mandiri Challenge Series 2025, Bikin Indra Sjafri Putar Otak Jelang Bertemu India

Selain itu, pernyataan kasar yang pernah diucapkan korban mengenai anaknya menjadi salah satu pemicu utama aksi kejam yang dilakukan Antok.

Pemeriksaan Kejiwaan Antok

Mengingat berbagai perilaku janggal yang ditunjukkan, Polda Jawa Timur telah melakukan serangkaian tes kejiwaan terhadap Antok.

Baca Juga: Penembakan 5 WNI oleh Polisi Malaysia, Kemlu dan KBRI Kuala Lumpur Jamin Pendampingan Hukum

"Kita tes psikologi, tadi pemeriksaan," ungkap AKBP Arbaridi Jumhur, dikutip dari Kompas.com pada Kamis 30 Januari 2025.

Hasil dari tes tersebut nantinya akan diumumkan ke publik secara transparan. 

Kombes Farman menambahkan bahwa tes kejiwaan dilakukan untuk mengetahui apakah Antok memiliki indikasi psikopat atau tidak.

Baca Juga: Coca-cola Mengandung Klorat Tinggi Sehingga Peredarannya Ditarik dari Eropa, Perusahaan Klaim Tidak Ada Korban

"Apakah psikopat atau tidak akan menjadi bahan pertimbangan bagi kami untuk melakukan pemeriksaan ke psikiater," kata Farman.

Ancaman Hukuman Maksimal

Halaman:

Tags

Terkini