news

4 Fakta Menohok Indonesia Masuk BRICS, Terbaru Mencuat Dugaan Adanya Mata-mata AS dari Lowongan Kerja Ini

Minggu, 2 Februari 2025 | 08:00 WIB
Potret Menteri Luar Negeri RI, Sugiono yang hadir dalam kegiatan BRICS Rusia 2024, pada 24 Oktober 2024. (Instagram.com/@sugiono_56)

Pihak yang mendukung mengemukakan keuntungan dan manfaat bagi Indonesia jika bergabung dengan BRICS. 

   2. Rencana BRICS Bikin Sistem Pembayaran Baru

Dalam kesempatan berbeda, Presiden Rusia Vladimir Putin menyelenggarakan pertemuan para anggota BRICS di Rusia pada Oktober 2024 lalu. 

Baca Juga: Pemerintah Larang Pengecer Jual Gas Elpiji 3 Kg Mulai 1 Februari 2025, Ini Aturannya

Forum itu mempertemukan para pemimpin dari Tiongkok, India, dan negara-negara lain, sebagai bagian dari upaya Rusia untuk melawan pengaruh global Barat. 

"Strategi BRICS di arena global sesuai dengan keinginan sebagian besar masyarakat global, yang disebut mayoritas global," tutur Putin sebagaimana dilansir dari Global Times dalam artikel yang tayang pada Oktober 2024 lalu.

"Pendekatan ini khususnya relevan dalam kondisi saat ini ketika perubahan yang benar-benar radikal sedang berlangsung di seluruh dunia, termasuk pembentukan dunia multipolar," tegasnya.

Baca Juga: Punya Harta Rp1 Triliun dan Utang Rp136 Miliar, Raffi Ahmad Tercatat Jadi Jajaran Kabinet Merah Putih Paling Kaya

Forum yang diadakan di Kazan, Rusia itu melibatkan 36 negara, termasuk dihadiri oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono.

Sugiono mengklaim, Indonesia percaya pada BRICS dapat mengedepankan hak pembangunan bagi negara berkembang, hingga mendukung reformasi sistem multilateral.

"Indonesia percaya BRICS dapat menjadi kekuatan pemersatu Global South," tegas Sugiono dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga: Netflix Umumkan Tanggal Tayang Squid Game 3, Surat dari Sutradara Ini Bikin Rasa Penasaran Makin Tinggi!

Terkait hal itu, baru-baru ini Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam para anggota BRICS akan mendapatkan tarif perdagangan tinggi apabila menciptakan sistem pembayaran baru dan beralih dari dolar AS.
   3. Kata Menko Ekonomi RI Soal Indonesia Gabung BRICS

Peluang ekonomi dan investasi serta potensi kemitraan dengan negara berkembang dunia yang semakin luas menjadi salah satu alasan penting RI bergabung dengan BRICS.

Baca Juga: Walikota Teddy dan Menlu Sugiono Nyanyikan Lagu Kuch Kuch Hota Hai, Kajol Sebut Sebagai Kekuatan Bollywood yang Menyatukan Bangkit Lagi

Halaman:

Tags

Terkini